MARI BELAJAR DARI OMBAK
“Hai ombak, kenapa engkau tidak pernah berhenti bergerak? Tidak kah lelah engkau terus menerus bergerak sepanjang hari sepanjang hidupmu ?”, tanya pantai kepada ombak.
Lalu ombak menjawab, “Hai pantai, aku ada karena aku bergerak, jika aku tidak bergerak maka aku tidak ada. Lelah bagiku tiada artinya, karena gerak adalah eksistensiku.”
Itulah ombak. Ombak hanya akan ada jika dia bergerak.
Demikian juga manusia, keberadaan manusia bukan hanya dilihat dari fisiknya, melainkan geraknya. Jika dia hanya terus-menerus berada dalam rumah, meskipun secara fisik dia ada, namun sesungguhnya dia tidak ada. Bukan karena dirinya tidak ada, melainkan dirinya tidak dikenal.
Banyak cara yang bisa dilakukan oleh manusia agar dikenal. Dia bisa melakukan banyak interaksi dan sosialisasi dengan sesama manusia. Namun, cara terbaik bagi manusia agar dikenal adalah dengan berkarya. Terlebih lagi adalah sebuah karya yang bernilai, yaitu sebuah karya yang dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan umat dan bangsa.
Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Mozart, Leonardo da Vinci, dan lain sebagainya sudah tiada, namun eksistensi mereka tidaklah mati. Malah eksistensi mereka tetap dikenal dan terkenal.
Mereka dikenal bukan karena fisik mereka. Mereka dikenal karena sumbangsih mereka dalam kehidupan ini. Semakin besar dan berarti sumbangsih mereka bagi kehidupan ini, eksistensi mereka akan semakin dikenal dan abadi. Namun demikian, perjalanan kehidupan mereka bukanlah tanpa rintangan, bahkan tidak jarang mereka menemui batu karang yang sangat besar. Namun bagaikan ombak, mereka terus bergerak dan bergerak hingga akhirnya sampai ke pantai. Bahkan tidak jarang pula, batu karang yang sangat besar itu akhirnya hancur bahkan larut ikut serta bersama ombak menuju pantai.
Inilah hakikat kehidupan. Berkarya, berkarya dan berkarya. Yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa agama menjadi ibadah, ibadah dan ibadah, bukan ibadah dalam artian ritual semata, melainkan juga ilmu, amal dan sosial.
Jika ombak dapat berkata, maka dia akan berkata pada manusia, “Wahai manusia, aku siap mengantarkanmu ke tengah lautan dan mengantarkanmu kembali ke pantai. Mana kapalmu, mana kailmu?”
Namun sayangnya, banyak manusia yang tidak menjawab seruan ombak ini, bahkan mencari sejuta alasan untuk tidak mengarungi lautan. Namun ironisnya, mereka berharap memperoleh hasil yang besar dari lautan, mereka berharap ikan-ikan akan datang menuju pantai.
“Jangan tanya apa yang negara dapat berikan kepadamu, tapi tanyalah apa yang dapat engkau berikan untuk negara.”, kata John F. Kennedy.
“Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu mau mengubah nasibnya sendiri.” Firman Allah SWT sebagaimana yang tertuang dalam al-Quran.
Ayo kawan, marilah berkarya dan berkarya. Lakukan semaksimal mungkin yang engkau bisa lakukan. Yakinlah bahwa yang engkau lakukan tidaklah akan sia-sia, apalagi jika engkau melakukannya dengan tulus dan ikhlas karena Allah, maka segala yang engkau lakukan akan menjadi amalan yang akan memberatkan timbangan amal baikmu sehingga satu-satunya tempat yang layak untuk kau peroleh adalah surga.
sekian cerita inspiratif hari ini.. semoga bermanfaat.....
Follow my instagram @denis.daaf
dan subscribe my youtube : Denis Van Daaf
thanks..

Komentar
Posting Komentar